Selasa, 27 September 2011

Cerpen : SEPATU (Last Part)

31 siswa pnghuni “sepatu” terdiri dari 20 orang perempuan dan 11 orang laki-laki. Kami semua dari sekolah yang berbeda dulunya tetapi dengan adanya adaptasi yang baik Kami dapat menjadikan sepuluh satu kelas yang amat menyenangkan. 
Nama panggilan akrab pun mulai banyak terdengar contohnya Fitri Weliya yang biasa Kami panggil dengan sebutan Emak, nama ini muncul ketika salah seorang dari Kami melihat fotonya yang terlihat seperti ibu-ibu, sehingga muncul sebutkan Emak untuknya. Tak pernah ada rasa kesal yang berarti ketika Kami diberi julukan.

Alasan solidaritas sering Kami gunakan, contohnya ketika Kami merasa malas untuk ikut tambahan sore, Kami semua pulang bersama-sama dan esoknya Kami dimarahi bersama-sama pula. Selain itu Kami juga sering makan bekal bersama pada saat istirahat pertama, mulai dari tukar-tukaran lauk atau ada yang sekedar mencicipi bahkan ikut makan bersama walaupun Dia tidak membawa bekal. Kami semua tak mengeluh ketika makanan Kami dijadikan makanan bersama.

Bukan hanya itu ketika ulangan pun Kami berbagi, memang Kami menyalahi aturan tapi rasa tak tega melihat teman diremidial sendirian menbuat Kami semua rela memberi jawaban atau hanya sekedar clue kepada teman yang belum bisa menjawab soal.

Dikelas ini kutemukan sahabat baru, Aku senang bisa mengenal Intan, Ayu, Emak, Lintang, dan Made. Mereka semua selalu ada untuk Ku, bukan hanya dalam senang tapi juga dalam duka. Tak jarang Kami pergi bersama untuk jalan-jalan, seperti ketika Kami selesai ujian tengah semester Kami pergi ke sebuah pusat perbelanjaan untuk sekedar berkeliling dan makan siang.

Seperti halnya remaja normal Kami juga sering bercanda dengan memasangkan teman perempuan dan laki-laki sebagai pasangan dikelas yang sebenarnya hanya candaan Kami, contohnya Intan yang dipasangkan dengan Ipoy, Lintang yang dipasangkan dengan Rio, Emak yang dipasangkan dengan Ucup dan Manda.
Selain itu Kami juga membuat beberapa keluarga.  Aku, Ayu, Intan, Lintang sebagai anak dari Emak dan Made sebagai Adik dari Emak. Dalam keluarga tentu saja ada Ayah, Ucup sebagai Abah dari Kami dan suami pertama Emak, dan Manda sebagai suami ke-2 Emak sekaligus Dady atau Ayah dari Intan. Kami semua senang dengan apa yang Kami lakukan.

Biasanya pada waktu tidak ada guru Kami perempuan penghuni kelas sering mengobrol bahkan bernyanyi. Bukan hanya lagu pop seperti yang digemari remaja, Kami juga menyanyikan lagu dangdut yang ternyata lebih asik. Untuk siswa laki-laki biasanya Mereka hanya bermain game di computer yang diberikan sekolah sebagai fasilitas kelas. Tak jarang Kami mempergunakan jam kosong untuk nonton bersama.

Masih banyak keceriaan yang Aku dapatkan dari “sepatu” mungkin Aku tak dapat menuliskannya. Aku senang mendapat teman yang begitu baik di kelas ini, tak ingin rasanya Aku berpisah dengan Mereka. Kami sering berkata tidak ingin dipisahkan lagi tapi itu tak mungkin karena tujuan Kami tak sama, ada yang memilih jurusan IPA dan ada juga yang memilih jurusan IPS. Semoga semua yang Kami pilih menjadi yang terbaik.
Tuhan memang adil dan maha tau, Ia menempatkanku ditempat yang baik, diantara orang orang yang baik untukku J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar